5.14.2013

M.e.N.u.L.i.S

Hal termudah ketika saya merasa bingung adalah dengan menulis. Menulis berbagai hal yang akhirnya saya akan menemukan jawaban atas semua kebingungan saya, meski yang saya tulis tadi sama sekali tidak nyambung dengan apa yang saya bingungkan. Membingungkan ya? Yah, begitulah konsep otak saya bekerja sama dengan hati saya menyelesaikan permasalahan hidup, perlu pihak ketiga yang membantu yaitu : jari.

Contohnya hari ini, saya mendadak ingin menulis. Saya merasa sedih tanpa alasan. Saya semacam merindu sesuatu atau seseorang yang saya kurang tahu siapa dan dimana dia berada. Sebenarnya saya sering seperti ini sih dan semuanya saya akhiri dengan menulis.

Saat saya sedang bahagia, kadangkala saya lebih memilih untuk membaca. Bacaan saya macam-macam, dari buku pelajaran, kamus, blog, novel, karya tulis, atau apapun. Perasaan yang timbul dari membaca adalah ketenangan, saya biasanya mampu mengambil hikmah dari suatu bacaan tersebut secara positif. Mungkin menyebalkan bagi Anda yang lebih sering memilih menjadi seorang pesimis karena saya mampu menerima banyak hal dari sisi positif meski hal yang disajikan adalah hal yang sangat negatif.

Itulah saya, yang lebih mampu menjalani hidup dari kekuatan tulisan, baik tulisan sendiri maupun tulisan orang lain. Bagaimana dengan Anda?

4.19.2013

s.e.n.d.i.r.i

Kadang rasanya tidak adil, ketika mereka sampai memiliki pasangan lebih dari satu atau malah sudah berganti-ganti entah untuk yang keberapa kali....dan saya masih disini, sendiri.

Berhari-hari berdoa memohon, namun masih saja saya sendiri. Mencoba aktif mengisi hari dengan kegiatan positif agar sedikit terlupa dengan status kesendirian ini dan tetap berharap bertemu dengan pendamping di salah satu kegiatan itu.

Rasanya munafik bila saya harus berkata bahwa saya tidak butuh pendamping dikarenakan teman saya sudah segambreng, kenyataan berkata lain, saya tetap butuh seseorang yang bisa menemani saya secara utuh. Utuh untuk hati, jiwa, dan raga saya. Begitupula sebaliknya.

Entah misteri apa dibalik proses penantian ini. Kadang saya letih. Kadang saya jengkel. Kadang saya bersyukur. Kadang saya bahagia. Tak menentu yang terasa, tapi ya begitulah.

Ketemu orang baru, terpukau, tapi gk pede, trus dicuekin, trus patah hati sendiri, trus diam saja kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan. Ketemu kawan lama, ngobrol bego (saya-nya sih yang bego karena lupa sama teman-teman lama saya), cerita tentang keseharian, bertanya tentang hal yang sedikit kemungkinan untuk ditanyakan orang lain, membenci mereka dan akhirnya makin benci karena jatuh cinta tanpa sebab. Itulah yang saya lakukan selama sendiri, disini.

Pernah sesekali mengikuti gaya orang lain dengan mencoba bukan menjadi diri sendiri, hasilnya malah makin parah, bukan hanya saya ditinggal pergi dan tetap sendiri, namun juga dibenci. Parah kan?

Entahlah, sekarang rasanya hanya ingin banyak-banyak berdoa supaya Alloh SWT benar-benar mengabulkan doa saya tentang jodoh yang saya minta. Jodoh yang saya minta bukan lagi tentang kriteria harus beginilah, harus begitulah, tapi saya sudah sangat spesifikkan lagi, saya sebut namanya dan saya minta agar orang itu seperti yang saya mau. Hehehehee....saya biasa kasih judul : Doa Yang Memaksa.

Biarlah saya nikmati kesendirian ini dengan gaya saya sajalah, terserah orang mau bilang apa tentang cara saya memperlakukan diri saya ini. Toh, mereka tidak memberi saya makan setiap hari, mereka pun tak membelikan barang-barang kebutuhan saya setiap waktu. Hal yang paling utama adalah Yang Penting Saya Bisa Dan Masih Diberi Kesempatan Untuk Makin Mencintai Tuhan Saya : Alloh SWT.

Terima kasih Alloh, Alhamdulillah :)





4.16.2013

Memohon

Saya merindunya...merindu hadirnya....
Ini mungkin salah satu yang hanya bisa kusampaikan padaMu ya Alloh...
Mereka tak kan mengerti...bahkan ada yang tak pernah mau mengerti.
UjianMu ini tak mampu hanya dengan sehari-dua hari belajar dan membaca buku...tapi perlu aksi nyata dan pemahaman luar biasa.
Kadang rasanya ingin menyerah...karna lelah ini menyeruak ke permukaan...
Namun kadang malu bila teringat yang lebih tak seberuntung hidup ini....
Apapun, kapanpun, siapapun, bagaimanapun juga diri ini sudah rela, ikhlas dan legowo menerima.
Satir, sinis, sumbang, sentil dan sirik sudah jadi agenda yang harus dilalui, jalani dan hadapi....toh itulah esensi hidup dari seorang manusia.
Itulah mengapa ku hanya mampu menangis di hadap Mu dan dengan Mu saja. Bukan untuk mengeluh, namun untuk menguatkan bahwa masih dan terus akan selalu ada hanya Engkau ya Alloh SWT.
Jadi, sampaikan salamku padanya ya Alloh..? Syukron :)

3.26.2013

mimpi itu...kuharap nyata

Entah kapan aku bermimpi, tapi mimpi itu nampak nyata...aku memimpikannya sudah menjadi seorang muslim dengan posisi baru saja selesai menjalankan sholat, subhanallah...

Semoga mimpi selama perjalanan religi kemarin dapat menjadi nyata dan kami dapat bersatu, aamiin.

3.04.2013

Maaf, ini Curhat Colongan tentang Keluhan

Harusnya saya tak pantas mengeluh, itu mungkin yang terlintas di benak beberapa orang yang membaca 'kicauan' saya beberapa hari terakhir.

Yap.! Saya memang banyak berkicau tentang kaki saya yang terasa cenat-cenut meski sudah dipijat. Belum lagi kicauan saya tentang betapa inginnya saya berteriak "capek" karena hampir 2 bulan ini saya tidak henti berdinas ke luar kota dan pulau.

Enak, bila perginya murni untuk bertamasya, tapi ini murni dinas. Bonusnya memang mengunjungi tempat dan kota yang baru, tapi secara materi saya malah merasa 'kecolongan' karena harus bayar di muka atas semua biaya yang timbul yang seharusnya jadi beban perusahaan. Masih ada sejuta plus dan minus sih efek dari berdinas itu bila akan dibahas selama seminggu penuh ke depan. Tentunya hal itu tidak akan kita bahas berlarut-larut kan..?

Kembali tentang 'mengeluh' dan 'berkicau', saya sebenarnya hanya butuh 'seseorang' yang mau mendengarkan saya bercerita, menimpali cerita saya tanpa sepenuhnya menghakimi saya. Saya bosan berbicara pada dan dengan 'tembok' yang hanya diam tanpa berekspresi. Saya juga sedang bosan bercerita kepada seseorang yang hanya senang menghakimi secara negatif setiap kegiatan saya. Hellow...., saya memang manusia yang punya sejuta kekurangan namun juga punya semilyar kelebihan bila Anda bersedia 'membuka' mata Anda.

Membuka mata bukan hanya yang berjarak radius 5 centimeter di depan mata Anda saja, namun kadang perlu ber-centi-centi meter lebih jauh dan itupun bukan hanya mata yang ada di kepala tapi juga yang ada di dalam hati Anda. Luaskan lah jangkauan pandangan dan penilaian Anda dalam mendeskripsikan setiap kepribadian seseorang, maka akan begitu pulalah Anda diperlakukan.

Saat ini, di jaman dunia dipenuhi oleh gadget canggih dan cerdas, sudah seharusnya cara pandang kita secanggih dan secerdas gadget yang kita miliki tersebut.Tentunya dibarengi dengan sikap dan pikiran yang positif dalam mengambil keputusan sebelum mendeskripsikan sesuatu ataupun seseorang. Jangan malah sebaliknya, cara pandang kita terbatas hanya pada apa yang sedang 'trend' dan 'naik daun' saja. Jangan ya...!

Terakhir yang paling penting adalah jangan pernah lupa bahwa seseorang yang sudah pernah mengenal Tuhan apalagi mengakui dan menyembahNya, meski terlihat sedang GALAU, seseorang itu pasti akan kembali pada apa yang diakui dan disembahnya itu yang bila diukur mungkin hanya mencapai 15% dari keyakinan sebelum dia menjadi atheis. Jadi, berdoa saja tak pernah putus bila kau tak ingin rejeki dan hidupmu diputus paksa dan mendadak oleh Tuhan, ih amit-amit naudzubillah.

2.11.2013

Tuhan, aku harus bagaimana?

Aku, tak pandai mengerjakan sesuatu ketika hatiku berkata tak suka atau tak perlu...

Aku, lebih memilih tuk diam membisu bila aku merasa terancam namun tak mampu pergi...

Aku, kadang mampu bertindak nekad bila kejenuhan itu muncul...

Aku, tak ingin selalu dinilai tak mampu meski akhirnya memilih menjadi terlihat benar-benar tak mampu...

Aku, sering merasa marah bila aku tau aku mampu namun hasilnya tak sesuai yang kubayangkan...

Aku, benci dengan diriku sendiri untuk semua hal yang tidak berjalan sesuai inginku...

Aku, terlalu memaksa diriku tampil sempurna meski semua orang tahu bahwa aku tak lebih dari upik abu...

Aku, terkadang tak ingin diterima bila hanya akan dimanfaatkan...

Aku, seringkali memilih menggunakan topeng hanya agar orang lain menganggapku normal...

2.06.2013

Jauh dan Benci

Ku tak pernah tau dimana kau berdiri,,
Di samping ku kah? Di depan ku kah? Atau di belakang ku kah?

Satu yang ku tau, kau tetap ada di area ku yang bisa kusentuh namun tak bisa ku memiliki mu. Kau terlalu jauh kuraih meski kau di dekat ku.

Tuhan selalu sama dimana saja dan kapan saja, tapi kita berdua tak pernah sama hingga rasa ini tersuratkan. Butuh kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan besar untuk menyatukan kita berdua, yang ku tau bahwa tak akan satupun dari kita yang rela berkorban.

Aku memilih membencimu, yang hadir di saat aku butuh...yang selalu ada saat aku tak ingin sendiri...yang sedia di saat yang lain mengacuhkan.

Aku, masih tetap membencimu,, karna kau terlalu menyempurnakan hariku.