1.18.2014

Entah

Mungkin ini keluhan.

Bisa juga hanya curahan hati.

Saya ingin menangis dari kemarin, entah apa alasannya.

Saya bingung.

Saya ingin mengeluh, namun hanya ingat untuk harus terus bersyukur.

Baik ataupun buruk menurut saya, itulah anugrah Tuhan dan harus disyukuri.

Tapi saya tetap ingin menangis.

Hanya menangis tanpa perlu menjelaskan alasan dibalik tangisan itu.

12.24.2013

Cinta yang Kucari

Bukan mengharapmu akan mencintaiku selamanya...tapi ku kan lebih mengharap bahwa Sang Khalik saja yang melakukan itu barulah dirimu.

Maaf jika aku menjadikanmu yang kedua setelah Sang Khalik, tapi kuyakin kau tak kan marah dengan pilihanku yang satu ini.

Aku tak kan bisa bertemu denganmu bila restu dari Sang Khalik tak ada untuk kita dan kutahu kau pun akan menyetujui hal ini.

Bila nanti ku kan berjalan bersamamu hingga waktuku habis, kuingin hari-hariku hanyalah tentang Sang Khalik, dirimu dan keturunan kita kelak.

Ku tahu semua ini masih harapan semuku, tapi kuyakin kau kan setuju bahwa apapun gundah dalam hatiku akan selalu kudiskusikan hanya dengan Sang Khalik dan bila kelak kita bersama kaulah yang kedua yang kan kutuju dan kuajak diskusi.

Jadi, cinta yang kucari adalah cinta Sang Khalik padaku,, dengan mengirimmu padaku,, dengan tetap mencintaiNya selamanya.

Itu sudah.

*nb: waiting isnt always easy, but knowing that guy is you, I'll be patient and pleasant

12.10.2013

.tu.me.manque.

Semacam mimpi, kau datang lagi setelah 14 tahun lalu kau meninggalkanku dalam tanda tanya dan kepercayaan diri yang sungguh rendah.

Kau datang, tanpa basa basi, membuatku tergelitik untuk menggali semua yang telah terkubur waktu.

Aku tak tahu apa yang salah sehingga waktu membawamu kembali padaku. Kukira hidupku telah selesai dan tak perlu lagi ku merasakan lagi apa yang disebut jatuh hati. Tapi Tuhan punya rencana yang indah sepertinya,, kau disuruhNya kembali masuk dalam hidupku,, kau membuatku merasakan kembali bahwa kau pernah menjadi semangat dalam menjalani hidupku namun dengan cara yang lain.

Yaa...dulu aku malu-malu melihatmu, bingung bereaksi setiap bertemu pandang denganmu, dan memilih berputar haluan bila akan bertemu dirimu. Aku hanyalah mampu menjadi pengagum rahasiamu, selebihnya aku kelu dan lemas tak berdaya.

Sekarang,, aku tak mampu tak berbincang denganmu. Entah untuk bertemu, rasanya masih tak mampu. Rasa tak percaya diri itu masih terus menghantui, ditambah cerita akanmu membuatku ragu untuk maju memperkenalkan diri.

Apapun itu, aku sadar dan yakin bahwa kau adalah cinta pertamaku dan kuberharap bahwa kau akan menjadi orang yang menemaniku hingga Tuhan memanggil salah satu diantara kita.

Muluk? Kurasa tidak. Kau adalah seseorang yang akan mampu menyempurnakan masa depanku. Tak ada cela yang perlu kucari karena aku memahamimu meski kita belum bertemu (lagi).

Aku hanya sedang menunggumu lepas dari masa lalumu dan mengajakku berkelana bersama selamanya.

Bila ternyata kau tidak untukku, kali ini aku akan berhenti berharap karena aku telah lelah mencari.

Tuhan, bisakah dia untukku karena ku tak mampu berhenti memikirkannya sedetikpun meski ku sudah berusaha tak mengindahkannya sama sekali..?

11.08.2013

Mungkin

Mungkin karna dulu namamu terlalu besar dan banyak kutulis di mana-mana,,

Mungkin karna pagi ini saya lapar,,

Mungkin karna hidup bukanlah seperti roda yang berputar,,

Mungkin karna jawaban dari setiap doa-doa kita adalah kejutan yang sulit untuk diketahui alasannya,,

Mungkin karna apapun bentuk usaha hidup adalah perlu sabar dan ikhlas,,

Mungkin karna saya jutek.

#mornin'poem #suddenlymissyoulikecrazy

10.25.2013

Feeling Blessed

Seharian kemarin rasanya rock n roll banget, banyak rencana tak terwujud,, tapi setelah mencoba dievaluasi kembali dengan otak n hati yang tenang,, semua rencana sebetulnya terlaksana semua namun dengan cara yang Tuhan anggap lebih baik ketimbang cara saya,, sehingga tak perlu lagi mendustakan semua nikmat Tuhan itu.

Thank's Alloh,, yesterday was Frea-(k)-day 😊

9.27.2013

Busway

Jodoh itu mirip busway...

Pertama lewat, bukan jurusan yang kau tuju.

Kedua lewat, jurusan yang kau tuju namun ia menolakmu naik karna penuh.

Ketiga lewat, ia kosong namun tak mau berhenti karena itu bukan pemberhentian ia.

Keempat lewat, bukan bus tujuanmu namun ia mempersilahkan kau masuk agar kau bisa setengah perjalanan menuju tujuanmu. Ujian kesabaran mulai hadir.

Kelima lewat, ia sama dengan bis keempat. Butuh keberanian untuk memutuskan apakah kau akan naik atau tidak dan perlu keikhlasan atas resiko keputusanmu itu. 
Bila tidak, maka kau akan bertemu dengan bis keenam di tempat yang sama namun dengan resiko ia memiliki tujuan akhir yang berbeda denganmu. 
Bila kau memutuskan untuk naik, maka kau akan bertemu dengan bis keenam di tempat yang berbeda namun ia memiliki tujuan akhir yang sama denganmu. 

Bis yang keenam akhirnya tiba setelah hampir 2jam lamanya kau menantinya atau bisa jadi ia lebih lambat lagi tiba, dimanapun kau menantinya. Bisa jadi memang bis itulah yang membawamu ke tujuan akhirmu.

Bis itu tak sempurna, kau tak mendapat kursi tuk duduk dan pendinginnya yang sudah lapuk tak mampu mendinginkan hati dan kepalamu yang berisi berbagai hal. Lengkaplah sudah. Tapi kau bersyukur, bahwa apapun kekurangannya, ia tetap berusaha membawamu hingga ke tujuan akhirmu dengan berupaya sebaik-baiknya asalkan kau mau kooperatif dengan situasi itu hingga tujuan akhir kalian tercapai.

Pembelajarannya adalah bis manapun yang kau pilih atau yang mengajakmu tuk menuju ke tujuan akhirmu tak terlepas bagaimana kau menantinya tiba dan upaya untuk tetap bersamanya ketika hal terburuk pun harus kalian hadapi bersama dengan cara, sikap, dan pola pikir yang berbeda namun bertujuan sama.

*...dan saya masih menanti bis bertujuan akhir sama dengan tujuan akhir saya dengan penuh sabar dan ketidaksempurnaan...*

7.29.2013

Duh, saya selalu jatuh cinta pada pandangan kedua

Saat ini, saya jatuh hati ketika bertemu kembali dengan seorang lelaki yang saya kenal sepintas lalu di pertemuan pertama kami.

Kami sudah beberapa kali bertemu di acara 'kopi darat' acara alumni kampus. Saya dan dia berasal dari angkatan alumni yang berbeda jauh, namun saya tahu bahwa dia masih sendiri dan saya tertarik padanya.

Dia, selalu lebih akrab dengan perangkat fotografinya ketimbang dengan orang lain. Tak seistimewa hasil foto-fotonya, namun senyumnya sungguhlah istimewa untuk saya saat ini.

Ahh, yang manakah yang kan KAU pilihkan untukku ya Alloh, mengapa sungguh banyak yang menarik namun belum satupun yang gayung bersambut...