2.15.2010

SeNiN pEnUh DeBaR

Pagi hari dimulai dengan senyum karena dah dapat jatah ciuman pagi, hmmm...

Nyampe kantor tepat pukul 07.00 Wita dengan sekali 'Please Try Again' saat absen telunjuk, pfiuh...nyaris tuh lewat.

Setelah mondar-mandir minta tolong ke sana-sini untuk urusan tugas training di jam 10 pagi akhirnya dapat ransum sarapan pagi juga, Alhamdulillah...nyarap nyok!!!

Tepat pukul 12.00 Wita turun tuk Maksi Ceria di warung Suroboyo andalan semua, nyam-nyam-nyam....

Kantuk sahabat setia mulai hadir di jam 14.00 Wita, zzzzz....zzzz....bobo' yuk...

Saat-saat menegangkan menanti waktu pulang tiba antara pukul 15.00 sampai 16.00 Wita, fitness dengannya gak ya???

Tepat pukul 17.00Wita kuputuskan untuk pulang saja sambil mencoba merangkai susunan tugas training dengan lebih tepat lagi, Sayonara cinta...kutunggu kau di rumah..

Smoga malam ini dapat kecupan semangat agar tugas trainingku selesai. amin.

2.11.2010

dan Ku Benci Kau

kubenci caramu meminta
kubenci caramu menatapku
kubenci caramu tersenyum

kubenci dirimu karena kautahu kubutuh dirimu

yang kurasa
kau hanya memanfaatkanku
ku hanya tempat pelarianmu
dari rindumu akan pelukannya


dan kubenci dirimu
karena kau berlaku sangat nyaman buatku

2.10.2010

CiNtAku LoGiKaKu

Kemarin aku di telpon sahabatku dari Jogja. Setelah cerita panjang dan lebarnya tersampaikan, aku menanggapinya dengan menyampaikan analisa-analisaku seperti biasa. Terdengar protes darinya 'Semua kok harus pake logika, kapan pake perasaannya??? Masa' kalo cinta juga harus pake logika sih???'

Setelah dipikir-pikir (*nah loh!?!?), ternyata bener juga yang dikatakan sahabatku itu. Hampir semua hal dalam proses hidupku memang selalu kupikirkan untung ruginya, benar salahnya. Semua harus dilogikakan. Sampai patah hatipun aku tak menangis karena menurut logikaku, hanya akan menghabiskan energiku saja bila aku harus menangis karena putus cinta. Yang sudah terjadi ya seharusnya biarkan saja terjadi, jadikan saja semua itu pelajaran yang jangan sampai terulang bila hal tersebut salah atau buruk berdasar apa yang kuyakini.

Namun, kuakui juga sih kalo tidak semua hal yang telah kupikirkan secara logika itu tepat ataupun benar. Aku kadang jadi merasa tak enak hati juga setelah melakukan sesuatu yang menurut logikaku adalah benar namun ternyata tak berperasaan. Kejam, begitu sahabat-sahabatku melabeliku. Pfiuh....

Yang lucu adalah ketika akan jatuh pun ternyata aku masih melogikakan prosesnya. Aku dengan sadar melihat bahwa kakiku salah posisi menginjak tanah, dan sedetik kemudian aku pun jatuh sesuai dengan apa yang kupikirkan sesaat setelah aku menyadari kesalahanku tadi. Posisi jatuhkupun benar-benar tepat seperti yang kupikirkan. Lucu juga sih kalo diingat, jadi semacam memutar kembali rangkaian film tapi dilambatkan waktunya. Hehehehee...

Meski aku terkenal tidak berperasaan, tapi banyak juga yang bilang kalo aku baik hati. Menurut beberapa orang, aku senang menolong a.k.a berperasaan (*bagi mereka yang tak benar2 mengenalku mungkin). Padahal, aku telah memikirkan efek domino dari semua hal yang kulakukan, hehehhehe...perfeksionisnya ya aku ini?

Yah...ketika jatuh cinta, aku melogikakannya dahulu...ketika putus pun juga....
Aku tahu apa yang kulakukan itu tidaklah sepenuhnya benar, tapi itulah diriku, keunikanku.
Aku menunggu seseorang yang tepat, yang bisa mematahkan logikaku untuk selalu berlogika dalam semua hal. Dan kuharap itu KAMU:)

2.04.2010

Si Manyun

Aku mengenalnya 3 hari semenjak kedatanganku di Balikpapan. Tak ada sedikitpun senyum tersungging di bibirnya. Manyun abiessss.... Nada bicaranya pun tak ada ramah-ramahnya sama sekali, hanya kata-kata seperlunya yang keluar dari mulutnya. Itupun jika dia butuh atau merasa terusik, bila tidak dia akan tetap diam dan bermuka manyun.

Sebulan kujalani hari-hariku di Balikpapan tanpa terlalu banyak berurusan dengannya. Hanya seperlunya dan sekenanya saja bila harus berkata-kata dengannya. Namun, karena suatu hal, akhirnya aku hidup satu atap dengannya. Aku satu tempat kos dengannya, huuuft!!

Sekali mengajak pulang bersama, lain hari mengajak makan malam bersama. Tiga minggu terlewati tinggal bersama ternyata menimbulkan hal-hal yang tak terduga bersama. Muka manyunnya tak sesering dipasang seperti dulu. Makin banyak senyum tersungging di bibirnya. Ceria terasa dunia bersamanya, tak semuram dulu.

Yah, si manyun sudah tak manyun lagi. Makin ceria dan genit menggoda. Korbannya tak lain bukan ya diriku ini, terikat janji yang ditarik ulurnya sesuka hatinya. Meski kumaki sampai letih, tak henti bibirnya tersenyum dan menggodaku. Uuuh, aku benci senyumnya.... membuatku harus bermain api!

1.24.2010

hanya bisa menangis

Susahnya ya belajar untuk hidup itu....
Ketika aku ingin jujur, ternyata aku baru tahu bahwa tak selamanya jujur itu baik bagi manusia.
Ketika aku ingin berbagi, ternyata tak semua orang mau kubagi meski menurutku hal tersebut adalah hal baik sekalipun, karena baik bagiku ternyata belum tentu baik bagi orang lain.
Ketika aku ingin bernyanyi, ternyata ada larangan yang sampai detik inipun aku masih kurang jelas apakah aku boleh bernyanyi atau tidak.
Ketika aku ingin bercerita, ternyata aku tak boleh memandang lawan bicaraku yang bukan muhrimku.
Ketika aku ingin disayangi, ternyata tak semua rasa sayang itu gratis di dunia ini. Ada yang meminta bayaran atas perasaan yang telah diberikannya itu.
dan masih banyak hal-hal lain yang akan terlalu panjang untuk diuraikan di sini.
Ahh....hidup...kadang letih untuk kujalani...namun ku tak mau berhenti menjalaninya sebelum kutemukan 'imamku' dan keturunan kami kelak.amin.

1.13.2010

cinta-ku terlarang

Setiap saat ingin rasanya tersenyum ketika mengingat tentangnya....hmmmm..
Aku menyebutnya 'KAMBING' karena dia berjenggot namun dia juga berkumis. Kambing Kumis mungkin tepatnya...Wakakkkakkakkkakk....
Ganteng sih enggak, tapi tingkahnya yang konyol membuatku ingin selalu bertemu dengannya dan tertawa bersamanya. Ketika tiba-tiba kejenuhan maupun kebimbangan muncul, satu-satunya nomor yang akan kupencet hanyalah nomornya. Sesaat setelah mendengar suaranya, semua rasa jengkel, jenuh, sebal, dan apapun jenis perasaan negatif langsung lenyap dan berganti dengan perasaan senang dan bahagia.
Sayangnya, dia sudahada yang punya...yang lebih parahnya lagi, kami satu kantor dimana ada larangan untuk pekerja menikah dengan sesama pekerja dalam satu perusahaan...hiks...
Saat ini, aku hanya dapat bahagia melihat dan mendengar suaranya setiap hari. Bulan depan kami akan berpisah, kambing-ku bakal pindah ke Cilegon. Semoga dia tetap sudi mengangkat telpon dariku bila mood-ku sedang buruk. Bukan bermaksud membuatnya menjadi tempat sampah, namun bila aku memberikan porsi lebih itu berarti hatiku juga berharap lebih untuk mendapatkannya. Biarkanlah kami hanya menjadi saudara saja, jangan yang lainnya.
Ahh kambing...ku akan merindukanmu...meski ku akan selalu membenci asapmu...hihihiii...

12.29.2009

balikpapan

aku pindah!!!!

Yap, ternyata perputaran itu terjadi juga. Awalnya kupikir tak jadi ada perputaran untuk training yang sedang kuikuti namun ternyata hal tersebut terjadi juga dan aku dapat wilayah Kalimantan tepatnya di Balikpapan.

Waaaa....aku belum pernah sama sekali menginjakkan kakiku di sana. Banyak pertanyaan menari-nari di otakku. Akankah aku kerasan di sana? Seperti apa ya Balikpapan itu?

Nah, ketika sampai juga waktuku tuk pergi ke Balikpapan ternyata bawaanku berlebih. Ada 10 Kg yang harus aku bayar untuk biaya kelebihan bagasi. Yah, uang jajanku terpotong deh...

Selamat Datang di Balikpapan!!

Akhirnya tiba juga aku di kota ini...Dijemput, diajak berputar-putar sebentar dan akhirnya tiba juga di wisma tempat tinggal selama sepekan. Sepintas terlihat bangunan tua itu seperti tak pernah ditempati, namun setelah masuk ternyata banyak juga yang sedang menginap di sana.

Aku masuk ke kamar jatahku dan langsung kususun rencana untuk 4 bulan ke depan. Banyak rencana menarik dan menyenangkan yang ada di daftarku namun setelah kujalani 3minggu ini, rencana tinggal rencana, butuh banyak keikhlasan dan kesabaran untuk melalui sisa 3bulan ke depan. Semoga sukses lah....