Aku mengenalnya 3 hari semenjak kedatanganku di Balikpapan. Tak ada sedikitpun senyum tersungging di bibirnya. Manyun abiessss.... Nada bicaranya pun tak ada ramah-ramahnya sama sekali, hanya kata-kata seperlunya yang keluar dari mulutnya. Itupun jika dia butuh atau merasa terusik, bila tidak dia akan tetap diam dan bermuka manyun.
Sebulan kujalani hari-hariku di Balikpapan tanpa terlalu banyak berurusan dengannya. Hanya seperlunya dan sekenanya saja bila harus berkata-kata dengannya. Namun, karena suatu hal, akhirnya aku hidup satu atap dengannya. Aku satu tempat kos dengannya, huuuft!!
Sekali mengajak pulang bersama, lain hari mengajak makan malam bersama. Tiga minggu terlewati tinggal bersama ternyata menimbulkan hal-hal yang tak terduga bersama. Muka manyunnya tak sesering dipasang seperti dulu. Makin banyak senyum tersungging di bibirnya. Ceria terasa dunia bersamanya, tak semuram dulu.
Yah, si manyun sudah tak manyun lagi. Makin ceria dan genit menggoda. Korbannya tak lain bukan ya diriku ini, terikat janji yang ditarik ulurnya sesuka hatinya. Meski kumaki sampai letih, tak henti bibirnya tersenyum dan menggodaku. Uuuh, aku benci senyumnya.... membuatku harus bermain api!
2.04.2010
1.24.2010
hanya bisa menangis
Susahnya ya belajar untuk hidup itu....
Ketika aku ingin jujur, ternyata aku baru tahu bahwa tak selamanya jujur itu baik bagi manusia.
Ketika aku ingin berbagi, ternyata tak semua orang mau kubagi meski menurutku hal tersebut adalah hal baik sekalipun, karena baik bagiku ternyata belum tentu baik bagi orang lain.
Ketika aku ingin bernyanyi, ternyata ada larangan yang sampai detik inipun aku masih kurang jelas apakah aku boleh bernyanyi atau tidak.
Ketika aku ingin bercerita, ternyata aku tak boleh memandang lawan bicaraku yang bukan muhrimku.
Ketika aku ingin disayangi, ternyata tak semua rasa sayang itu gratis di dunia ini. Ada yang meminta bayaran atas perasaan yang telah diberikannya itu.
dan masih banyak hal-hal lain yang akan terlalu panjang untuk diuraikan di sini.
Ahh....hidup...kadang letih untuk kujalani...namun ku tak mau berhenti menjalaninya sebelum kutemukan 'imamku' dan keturunan kami kelak.amin.
Ketika aku ingin jujur, ternyata aku baru tahu bahwa tak selamanya jujur itu baik bagi manusia.
Ketika aku ingin berbagi, ternyata tak semua orang mau kubagi meski menurutku hal tersebut adalah hal baik sekalipun, karena baik bagiku ternyata belum tentu baik bagi orang lain.
Ketika aku ingin bernyanyi, ternyata ada larangan yang sampai detik inipun aku masih kurang jelas apakah aku boleh bernyanyi atau tidak.
Ketika aku ingin bercerita, ternyata aku tak boleh memandang lawan bicaraku yang bukan muhrimku.
Ketika aku ingin disayangi, ternyata tak semua rasa sayang itu gratis di dunia ini. Ada yang meminta bayaran atas perasaan yang telah diberikannya itu.
dan masih banyak hal-hal lain yang akan terlalu panjang untuk diuraikan di sini.
Ahh....hidup...kadang letih untuk kujalani...namun ku tak mau berhenti menjalaninya sebelum kutemukan 'imamku' dan keturunan kami kelak.amin.
1.13.2010
cinta-ku terlarang
Setiap saat ingin rasanya tersenyum ketika mengingat tentangnya....hmmmm..
Aku menyebutnya 'KAMBING' karena dia berjenggot namun dia juga berkumis. Kambing Kumis mungkin tepatnya...Wakakkkakkakkkakk....
Ganteng sih enggak, tapi tingkahnya yang konyol membuatku ingin selalu bertemu dengannya dan tertawa bersamanya. Ketika tiba-tiba kejenuhan maupun kebimbangan muncul, satu-satunya nomor yang akan kupencet hanyalah nomornya. Sesaat setelah mendengar suaranya, semua rasa jengkel, jenuh, sebal, dan apapun jenis perasaan negatif langsung lenyap dan berganti dengan perasaan senang dan bahagia.
Sayangnya, dia sudahada yang punya...yang lebih parahnya lagi, kami satu kantor dimana ada larangan untuk pekerja menikah dengan sesama pekerja dalam satu perusahaan...hiks...
Saat ini, aku hanya dapat bahagia melihat dan mendengar suaranya setiap hari. Bulan depan kami akan berpisah, kambing-ku bakal pindah ke Cilegon. Semoga dia tetap sudi mengangkat telpon dariku bila mood-ku sedang buruk. Bukan bermaksud membuatnya menjadi tempat sampah, namun bila aku memberikan porsi lebih itu berarti hatiku juga berharap lebih untuk mendapatkannya. Biarkanlah kami hanya menjadi saudara saja, jangan yang lainnya.
Ahh kambing...ku akan merindukanmu...meski ku akan selalu membenci asapmu...hihihiii...
Aku menyebutnya 'KAMBING' karena dia berjenggot namun dia juga berkumis. Kambing Kumis mungkin tepatnya...Wakakkkakkakkkakk....
Ganteng sih enggak, tapi tingkahnya yang konyol membuatku ingin selalu bertemu dengannya dan tertawa bersamanya. Ketika tiba-tiba kejenuhan maupun kebimbangan muncul, satu-satunya nomor yang akan kupencet hanyalah nomornya. Sesaat setelah mendengar suaranya, semua rasa jengkel, jenuh, sebal, dan apapun jenis perasaan negatif langsung lenyap dan berganti dengan perasaan senang dan bahagia.
Sayangnya, dia sudahada yang punya...yang lebih parahnya lagi, kami satu kantor dimana ada larangan untuk pekerja menikah dengan sesama pekerja dalam satu perusahaan...hiks...
Saat ini, aku hanya dapat bahagia melihat dan mendengar suaranya setiap hari. Bulan depan kami akan berpisah, kambing-ku bakal pindah ke Cilegon. Semoga dia tetap sudi mengangkat telpon dariku bila mood-ku sedang buruk. Bukan bermaksud membuatnya menjadi tempat sampah, namun bila aku memberikan porsi lebih itu berarti hatiku juga berharap lebih untuk mendapatkannya. Biarkanlah kami hanya menjadi saudara saja, jangan yang lainnya.
Ahh kambing...ku akan merindukanmu...meski ku akan selalu membenci asapmu...hihihiii...
12.29.2009
balikpapan
aku pindah!!!!
Yap, ternyata perputaran itu terjadi juga. Awalnya kupikir tak jadi ada perputaran untuk training yang sedang kuikuti namun ternyata hal tersebut terjadi juga dan aku dapat wilayah Kalimantan tepatnya di Balikpapan.
Waaaa....aku belum pernah sama sekali menginjakkan kakiku di sana. Banyak pertanyaan menari-nari di otakku. Akankah aku kerasan di sana? Seperti apa ya Balikpapan itu?
Nah, ketika sampai juga waktuku tuk pergi ke Balikpapan ternyata bawaanku berlebih. Ada 10 Kg yang harus aku bayar untuk biaya kelebihan bagasi. Yah, uang jajanku terpotong deh...
Selamat Datang di Balikpapan!!
Akhirnya tiba juga aku di kota ini...Dijemput, diajak berputar-putar sebentar dan akhirnya tiba juga di wisma tempat tinggal selama sepekan. Sepintas terlihat bangunan tua itu seperti tak pernah ditempati, namun setelah masuk ternyata banyak juga yang sedang menginap di sana.
Aku masuk ke kamar jatahku dan langsung kususun rencana untuk 4 bulan ke depan. Banyak rencana menarik dan menyenangkan yang ada di daftarku namun setelah kujalani 3minggu ini, rencana tinggal rencana, butuh banyak keikhlasan dan kesabaran untuk melalui sisa 3bulan ke depan. Semoga sukses lah....
Yap, ternyata perputaran itu terjadi juga. Awalnya kupikir tak jadi ada perputaran untuk training yang sedang kuikuti namun ternyata hal tersebut terjadi juga dan aku dapat wilayah Kalimantan tepatnya di Balikpapan.
Waaaa....aku belum pernah sama sekali menginjakkan kakiku di sana. Banyak pertanyaan menari-nari di otakku. Akankah aku kerasan di sana? Seperti apa ya Balikpapan itu?
Nah, ketika sampai juga waktuku tuk pergi ke Balikpapan ternyata bawaanku berlebih. Ada 10 Kg yang harus aku bayar untuk biaya kelebihan bagasi. Yah, uang jajanku terpotong deh...
Selamat Datang di Balikpapan!!
Akhirnya tiba juga aku di kota ini...Dijemput, diajak berputar-putar sebentar dan akhirnya tiba juga di wisma tempat tinggal selama sepekan. Sepintas terlihat bangunan tua itu seperti tak pernah ditempati, namun setelah masuk ternyata banyak juga yang sedang menginap di sana.
Aku masuk ke kamar jatahku dan langsung kususun rencana untuk 4 bulan ke depan. Banyak rencana menarik dan menyenangkan yang ada di daftarku namun setelah kujalani 3minggu ini, rencana tinggal rencana, butuh banyak keikhlasan dan kesabaran untuk melalui sisa 3bulan ke depan. Semoga sukses lah....
11.19.2009
harapanku
Tiga hari lagi usiaku bertambah.
Tak banyak kata hanya harap dan doa agar aku bisa lulus dari pendidikan ini, segera bertemu jodohku, menikah, dan punya kehidupan baru dengan status baru : menjadi pegawai tetap dan istri seorang lelaki yang sholeh, jujur, setia, mencintai diriku selama-lamanya. Amin.
Aku memang bukanlah makhluk Allah yang sempurna, namun aku selalu berharap tetap dicintai dan disayangi-Nya setiap saat.
Aku jalankan hidupku di dunia ini masih dengan banyak kesalahan, namun aku tetap berharap diampuni-Nya dan ditunjukkan hal yang terbaik bagi kehidupanku.
amin..amin..ya robbal'alamin
Tak banyak kata hanya harap dan doa agar aku bisa lulus dari pendidikan ini, segera bertemu jodohku, menikah, dan punya kehidupan baru dengan status baru : menjadi pegawai tetap dan istri seorang lelaki yang sholeh, jujur, setia, mencintai diriku selama-lamanya. Amin.
Aku memang bukanlah makhluk Allah yang sempurna, namun aku selalu berharap tetap dicintai dan disayangi-Nya setiap saat.
Aku jalankan hidupku di dunia ini masih dengan banyak kesalahan, namun aku tetap berharap diampuni-Nya dan ditunjukkan hal yang terbaik bagi kehidupanku.
amin..amin..ya robbal'alamin
9.06.2009
Hari Pertama
Persis seperti apa yang telah kuduga sebelumnya, kerjaanku bakal seru dan baru. Posisiku baru dibuat dan sepertinya pak deputi sengaja mengujiku dengan menempatkanku di posisi ini. Tak apalah, karena aku senang dengan hal baru.
Di sini aku satu tingkat dengan Aldi yang sangat ramah dan baik banget karena dari awal langsung membimbingku untuk memahami kerjaanku kelak. Bahan2 yang sekiranya bisa aku pelajari langsung dioperkannya padaku. Selain Aldi masih ada seorang lagi yang sangat baik hati membantuku dan menerangkan banyak hal padaku, mungkin karena dia hanya beda 2tahun penerimaan dari program penerimaanku.
Pak manajer sedang sibuk membagi meja karena kehadiran kita 'sedikit' tidak terduga. Langsung beliau2 mengundang vendor yang mengurusi tata letak kantor. Mondar-mandir menghitung ulang dan membagi dengan banyaknya pekerja yang ada. Terlihat semakin pusing karena kondisi pekerjaan yang mulai menunjukkan "red alert" alias kondisi kritis.
Melihat beliau, aku seperti melihat masa depanku kelak...Wah, bakal puyeng banget sepertinya.
Pada umumnya orang-orang di ruangan ini cukup kondusif dan bersahabat. Ramah dan banyak membantu aku dan teman-teman yang baru memulai pelatihan kerja. Hampir semuanya menawarkan diri untuk memandu meski ada beberapa orang yang hanya melihat sinis ke arah kami, para peserta pelatihan.
Tak ada yang perlu dihiraukan bila kita dapat bersyukur atas apa yang telah terjadi. Tak apalah bila ada yang sinis karena itulah manusia...
Melihat beliau, aku seperti melihat masa depanku kelak...Wah, bakal puyeng banget sepertinya.
Pada umumnya orang-orang di ruangan ini cukup kondusif dan bersahabat. Ramah dan banyak membantu aku dan teman-teman yang baru memulai pelatihan kerja. Hampir semuanya menawarkan diri untuk memandu meski ada beberapa orang yang hanya melihat sinis ke arah kami, para peserta pelatihan.
Tak ada yang perlu dihiraukan bila kita dapat bersyukur atas apa yang telah terjadi. Tak apalah bila ada yang sinis karena itulah manusia...
8.16.2009
ku benci dia
Yap!
Aku memang membencinya, luar dalam. Sama halnya aku membenci diriku sendiri, luar dalam pula.
Kenapa aku harus hidup seperti ini, diantara mereka yang selalu mencibir padaku? Salahkah bila ku tak cantik? Salahkah bila ku tak kurus dan langsing? Salahkah bila ku senang belajar? Salahakah bila ku ingin menjadi cerdas dan memiliki kemampuan 'istimewa'?
Aku terlahir dengan darah yang telah tercampur baur, bukan spesies murni. Banyak bagian dari fisik tubuhku yang sebenarnya cacat namun aku bersyukur karena aku masih lebih beruntung daripada orang-orang yang memang cacat mental dan senang menjual kekayaan bangsanya sendiri ke bangsa lain. Tak ada yang bisa benar-benar kubanggakan dari diriku selama ini. Namun bila ditilik lebih lanjut, seharusnya aku bisa bangga dengan apa yang telah kudapat selama ini. Semua proses hidupku terlihat berjalan mulus meski yang kurasa berbeda. Ada konflik batin setiap kejadian dan masalah yang datang. Entah dari lingkungan sekitar, konsep agama, maupun dari dalam diriku sendiri yang kesemuanya selalu berujung ke kebencianku pada diriku sendiri.
Apakah aku bibit unggul? Bukan, kakakku jauh lebih cantik dan seksi ketimbang diriku yang tidak jelas ini. Apakah aku pintar? Tidak, laporan prestasi akademisku tidak ada yang benar-benar bisa dipamerkan dan aku selalu kesulitan dalam memahami ucapan dari pengajar atau dengan kata lain aku harus mengulang semuanya terlebih dahulu barulah aku akan dapat mengerti. Apakah aku seorang yang baik? Tidaklah sepenuhnya benar, karena aku galak, jutek, keras kepala, terkadang malah bebal. Semua hal tersebut bisa disimpulkan bahwa aku bukanlah seorang yang baik. Sebagai seorang pasangan hidup pun aku juga bukan pasangan yang tepat. Paling tidak hingga detik ini karena aku belum ditemukan kembali oleh Sang Pencipta ruh dengan seseorang yang berjodoh denganku. Aku terlalu mandiri untuk dikasihi, aku terlalu dewasa untuk dimengerti, aku terlalu cerdas untuk dipimpin, aku terlalu memberi untuk diberi, aku terlalu ini dan itu.
Seharusnya aku tidak boleh membenci namun menerima. IKHLAS, itulah kunci utama seorang manusia hidup
di dunia ini dan aku belum dapat menerapkannya dalam hidupku. Itulah mengapa aku masih membenci diriku sendiri. Karena tak sepantasnya-lah aku membenci orang lain dan menyalahkannya. Adakah kini yang mau membantuku melalui semua ini? Aku ingin belajar, belajar mencintai diriku sendiri hingga akhirnya aku dapat menemukan cinta sejatiku....
Aku memang membencinya, luar dalam. Sama halnya aku membenci diriku sendiri, luar dalam pula.
Kenapa aku harus hidup seperti ini, diantara mereka yang selalu mencibir padaku? Salahkah bila ku tak cantik? Salahkah bila ku tak kurus dan langsing? Salahkah bila ku senang belajar? Salahakah bila ku ingin menjadi cerdas dan memiliki kemampuan 'istimewa'?
Aku terlahir dengan darah yang telah tercampur baur, bukan spesies murni. Banyak bagian dari fisik tubuhku yang sebenarnya cacat namun aku bersyukur karena aku masih lebih beruntung daripada orang-orang yang memang cacat mental dan senang menjual kekayaan bangsanya sendiri ke bangsa lain. Tak ada yang bisa benar-benar kubanggakan dari diriku selama ini. Namun bila ditilik lebih lanjut, seharusnya aku bisa bangga dengan apa yang telah kudapat selama ini. Semua proses hidupku terlihat berjalan mulus meski yang kurasa berbeda. Ada konflik batin setiap kejadian dan masalah yang datang. Entah dari lingkungan sekitar, konsep agama, maupun dari dalam diriku sendiri yang kesemuanya selalu berujung ke kebencianku pada diriku sendiri.
Apakah aku bibit unggul? Bukan, kakakku jauh lebih cantik dan seksi ketimbang diriku yang tidak jelas ini. Apakah aku pintar? Tidak, laporan prestasi akademisku tidak ada yang benar-benar bisa dipamerkan dan aku selalu kesulitan dalam memahami ucapan dari pengajar atau dengan kata lain aku harus mengulang semuanya terlebih dahulu barulah aku akan dapat mengerti. Apakah aku seorang yang baik? Tidaklah sepenuhnya benar, karena aku galak, jutek, keras kepala, terkadang malah bebal. Semua hal tersebut bisa disimpulkan bahwa aku bukanlah seorang yang baik. Sebagai seorang pasangan hidup pun aku juga bukan pasangan yang tepat. Paling tidak hingga detik ini karena aku belum ditemukan kembali oleh Sang Pencipta ruh dengan seseorang yang berjodoh denganku. Aku terlalu mandiri untuk dikasihi, aku terlalu dewasa untuk dimengerti, aku terlalu cerdas untuk dipimpin, aku terlalu memberi untuk diberi, aku terlalu ini dan itu.
Seharusnya aku tidak boleh membenci namun menerima. IKHLAS, itulah kunci utama seorang manusia hidup
di dunia ini dan aku belum dapat menerapkannya dalam hidupku. Itulah mengapa aku masih membenci diriku sendiri. Karena tak sepantasnya-lah aku membenci orang lain dan menyalahkannya. Adakah kini yang mau membantuku melalui semua ini? Aku ingin belajar, belajar mencintai diriku sendiri hingga akhirnya aku dapat menemukan cinta sejatiku....
Langganan:
Postingan (Atom)